15580-938-34119-2-10-20200131 (1).pdf

School
University of Bale Bandung*
*We are not endorsed by this school
Course
AC MISC
Pages
5
Upload Date
Feb 10, 2024
Uploaded by MinisterQuail55 on coursehero.com
Jurnal Proteksi Tanaman Tropis (2020) 1(1): 9-13 Jurnal Proteksi Tanaman Tropis ( Journal of Tropical Crops Protection ) Pengaruh konsentrasi ekstrak daun mimba dan biji pinang terhadap mortalitas keong mas ( Pomacea canaliculata L.) The effect of concentration of neem leaves extract and areca nut on the golden apple snails mortality (Pomacea canaliculata L.) Nisfatul Ma'wa 1 dan Mohammad Hoesain 2 * 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember, Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember 68121 Indonesia 2 Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jember, Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember 68121 Indonesia INFORMASI ARTIKEL *Korespondensi: Mohammad Hoesain [email protected] Informasi proses: Received: 13 Desember 2019 Accepted: 4 Januari 2020 Published: 8 Januari 2020 Cara sitasi: Ma'wa N, Hoesain M, 2020. Pengaruh konsentrasi ekstrak daun mimba dan biji pinang terhadap mortalitas keong mas ( Pomacea canaliculata L.) Jurnal Proteksi Tanaman Tropis 1(1): 9-13 DOI: 10.19184/jptt.v1i1.15580 ABSTRACT The Golden Apple Snail is one of the rice pests that damaging by shredding the leaves of the young plant. The common control has some negative impacts on the environment so that the application of phyto-molluscicides becomes a solution forming environmentally friendly agriculture. Neem and areca nut are one of the raw materials that can be used to control golden apple snails. This study aims to determine the effect of the concentration of neem and areca leaf extracts, so the result of the study can be information and recommendations for controlling golden apple snail. This study uses a factorial Completely Randomized Design method, the first factor is extract raw material consisting of neem leaf, areca nut, and combination, while the second factor is concentration 0.25 g/L, 0.50 g/L, 0.75 g/L and control, each treatment gets three replications. The extract was applied by the direct application method. Observations are carried out every 12 hours for 96 hours after application. The observed variable is behavior change, inhibition of eating activity, and golden snail mortality. Data were analyzed by ANOVA then continued whit Duncan's advanced test. Based on the result on the parameters that have been tested, raw materials and concentration have the effect of changing behavior from the start of the application, inhibition of eating activity, even an increase in mortality of up to 100% in the treatment of areca extract and combination application. Keywords: areca nut; neem leaf; golden apple snail. 1. Pendahuluan Padi ( Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi yaitu 77,4 gram (Purwono dan Purnamawati 2007). Produktivitas padi di Indonesia mengalami ketidaksetabilan dari tahun 2013 hingga tahun 2017, sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan pangan (beras) bagi penduduk Indonesia sebesar 1,97% (Badan Pusat Statistik 2017). Peningkatan produksi padi dihambat oleh berbagai kendala sosial ekonomi dan teknis. Beberapa kasus serangan organisme peng- ganggu tanaman mampu menyebabkan kerusakan yang signifikan. Keong mas merupakan salah satu hama tanaman padi yang menyerang pada fase pembibitan dan awal tanam (Suyamto 2005). Kerusakan yang disebabkan oleh hama ini mencapai 84,17% (Wijayanti et al. 2016). Upaya pengendalian keong mas yang umum dilakukan yaitu aplikasi pestisida kimia namun apabila dilakukan secara terus menerus dapat mengakibatkan resistensi, resurgensi, residu yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Teknik pengendalian yang murah, praktis dan mengurangi pencemaran sangat diperlukan
Ma'wa dan Hoesain , 2020 Jurnal Proteksi Tanaman Tropis (2020) 1(1): 9-13 Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Mimba 10 sehingga aplikasi moluskisida nabati menjadi solusi untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan (Setiawati et al. 2008). Menurut Wibowo et al. (2008), mimba dan pinang merupakan salah satu bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan keong mas. Ekstrak daun mimba dapat mengakibatkan tergang- gunya aktivitas makan dan perilaku dari keong mas dimana hal ini akan berujung pada kematian keong itu sendiri (Ardiansyah et al. 2002). Biji pinang juga terbukti dapat menghambat kerja organ otot serta organ lainnya hingga menyebabkan mortalitas pada keong mas (Gassa 2011). Pemanfaatan tanaman mimba dan pinang sebagai moluskisida sudah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya, dimana metode yang sering digunakan yaitu perendaman namun metode tersebut dirasa kurang aplikatif jika diterapkan di lapangan, sehingga pada penelitian ini akan di- gunakan metode aplikasi langsung pada media hidup keong mas yaitu air. Potensi dari kedua bahan tersebut sebagai moluskisida merupakan hal yang melatarbelakangi untuk melakukan penelitian ini, guna mengetahui pengaruh dari masing-masing konsentrasi ekstrak sebagai salah satu alternatif pengendalian keong mas, dengan harapan moluskisida nabati tersebut dapat efektif dalam mengendalikan keong mas sehingga gangguan akibat keong mas dapat ditekan seminimal mungkin serta dapat mengurangi dampak negatif dari aplikasi pestisida kimia bagi lingkungan sekitar. 2. Metode penelitian Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober hingga November 2018 di daerah Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dan kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu bahan baku ekstrak yang terdiri dari ekstrak mimba, ekstrak pinang dan kombinasi ekstrak mimba dan pinang. Faktor kedua yaitu konsentrasi yang terdiri dari 0,25 g/L, 0,50 g/L, dan 0,75 g/L. Pembuatan moluskisida Pembuatan moluskisida nabati dilakukan dengan mencuci bahan yaitu daun mimba dan buah pinang. Daun mimba yang telah dicuci, ditata setipis mungkin dan dikeringanginkan hingga memiliki tekstur yang mudah dipatahkan, sedangkan untuk buah pinang terlebih dahulu dibelah menjadi empat bagian dan dijemur di bawah terik matahari hingga kadar air udara. Bahan yang telah kering kemudian dihaluskan, daun mimba dihaluskan dengan cara diblender sedangkan biji pinang dihaluskan dengan cara di- tumbuk. Bahan yang telah halus digunakan sebagai ekstrak. Pengumpulan Keong Mas Penelitian ini membutuhkan 300 ekor keong mas yang didapat dari lahan pertanaman padi di daerah Kreongan. Keong mas yang digunakan memiliki ciri-ciri seperti cangkang berwarna kuning kecoklatan, bagian dalam badan keong mas berwarna kuning, operculum terbuka, serta memiliki panjang cangkang yang seragam yaitu 1,5 - 2,0 cm. Keong yang telah terkumpul dimasukkan dalam bak berisi air serta daun talas sebagai pakan. Keong diaklimatisasi selama seminggu sebelum diaplikasikan moluskisida nabati. Pakan diberikan dua kali sehari secara ad libitum . Aplikasi Moluskisida Nabati Penelitian ini menggunakan metode aplikasi langsung pada media hidup keong mas yaitu air (Wibowo et al. 2008). Keong mas dengan panjang tubuh 1,5 - 2,0 cm sebanyak 10 ekor dimasukkan ke dalam toples yang berisi lumpur dan air. Ekstrak yang telah ditimbang sesuai konsentrasi dapat segera diaplikasi- kan pada media hidup keong. Pakan yang diberikan yaitu daun talas dengan ukuran ~100 cm 2 yang dipotong menjadi 8 bagian. Variabel Pengamatan. Variabel pengamatan yang diamati meliputi perubahan tingkah laku keong mas, penghambatan aktivitas makan, dan mortalitas keong mas. Persentase penghambatan makan diamati 24 jam selama 96 jsa dimana sebelum menghitung peng- hambatan makan, perlu menghitung aktivitas makan untuk mengetahui luas daun yang dimakan keong mas. Aktivitas makan dihitung dari selisih luas daun yang diberikan dengan luas daun sisa pada saat pengamat- an. Penghambatan aktivitas makan dapat dihitung dengan rumus (Prijono 2005): 𝑃? = (?𝑘 − ?𝑝) (?𝑘 + ?𝑝) × 100% Dimana PM = Penghambatan Makan; Lk = Luas daun kontrol yang dimakan; Lp = Luas daun perlakuan yang dimakan. Pengamatan mortalitas keong mas dilakukan dengan cara mengeluarkan keong dari dalam toples lalu keong yang telah mati dihitung jumlahnya. Keong yang belum pasti mati atau hidup (keong yang masih dalam cangkang) ditekan operculum nya secara perlahan dengan menggunakan tusuk gigi, apabila terdapat dorongan atau perlawanan maka keong tersebut masih hidup. Pengamatan dilakukan pada 12,
Ma'wa dan Hoesain , 2020 Jurnal Proteksi Tanaman Tropis (2020) 1(1): 9-13 Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Mimba 11 24, 36, 48, 60, 72, 84, dan 96 jsa. Persentase mortalitas dihitung dengan rumus (Gassa 2011): M = 𝑅 𝑛 × 100% Dimana: M = Presentase mortalitas teramati (%) R = Jumlah keong mas yang mati setiap perlakuan n = Total keong perlakuan Analisis Data Data mortalitas keong mas ditransformasi ke dalam Arc.Sin √x dan dianalisis dengan analisis keragaman (Anova) pada taraf signifikan (α) 5%. Apabila terjadi perbedaan perhitungan yang signifikan, maka dilanjut- kan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan terhadap berbagai parameter yang diamati. 3. Hasil Penelitian Pengaruh konsentrasi ekstrak moluskisida nabati terhadap perubahan tingkah laku Hasil pengamatan secara visual menunjukkan bahwa terjadi perubahan tingkah laku pada perlakuan konsentrasi ekstrak daun mimba dan biji pinang pada media hidup keong mas. Perlakuan kontrol menunjuk- kan bahwa keong bergerak aktif dan merambat naik pada dinding toples. Gambar 1. Tingkah Laku Keong pada Kontrol (A), Aplikasi Mimba (B) dan Pinang (C) Perubahan tingkah laku yang terjadi berupa penghambatan aktivitas makan serta penurunan aktivitas gerak yang diikuti dengan keluarnya lendir berlebih, cangkang keong mas berubah warna menjadi kehitaman dan tubuh keong akan berubah warna menjadi pucat serta terjadi penurunan respon terhadap rangsangan. Pengaruh konsentrasi ekstrak moluskisida nabati terhadap penghambatan aktivitas makan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan bahan baku ekstrak dan konsentrasi terjadi interaksi. Tabel 1. Penghambatan Aktivitas Makan setelah Aplikasi Ekstrak Daun Mimba dan Biji Pinang pada Pengamatan Hari ke 1 Perlakuan Penghambatan Makan (%) B1 B2 Mimba 79,12 C 87,88 B Pinang 100 A 100 A Mimba+Pinang 100 A 100 A Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada uji Duncan taraf 5 %. Pengaruh konsentrasi ekstrak moluskisida nabati terhadap mortalitas keong mas Hasil sidik ragam menunjukkan adanya interaksi antara bahan baku ekstrak dengan konsentrasi, kemudian dilakukan uji lanjut Duncan dan menunjuk- kan bahwa aplikasi ekstrak daun mimba dan biji pinang berpengaruh nyata terhadap mortaitas keong mas. Bahan baku ekstrak dengan konsentrasi yang berbeda menujukkan tingkat mortalitas yang berbeda pula, berikut merupakan presentase mortalitas keong mas. Tabel 2 . Mortalitas Keong Mas 96 jam setelah aplikasi (jsa) Ekstrak Daun Mimba dan Biji Pinang Perlakuan Mortalitas Keong Mas (%) B1 B2 Mimba 23,33 C 36,67 B Pinang 100 A 100 A Mimba+Pinang 96,67 A 100 A Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada uji Duncan taraf 5 %. 4. Pembahasan Keong mas bergerak aktif dan merambat naik pada dinding toples sebelum diberi perlakuan. Bahan baku ekstrak berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku keong mas. Awal aplikasi ekstrak daun mimba, keong belum menunjukkan perubahan tingkah laku yang signifikan, sedangkan pada awal aplikasi ekstrak biji pinang dan kombinasi ekstrak, keong berada di dasar toples dengan keadaan terbalik dan operculum terbuka. Keong mas uji pada seluruh perlakuan menunjuk- kan gejala keracunan seperti keluarnya lendir berlebih, menutupnya operculum , keong terapung, tubuh keong berubah menjadi pucat, cangkang berubah warna menjadi hitam yang kemudian diikuti dengan keluar- nya tubuh dari cangkangnya, tubuh keong akan terurai dan menimbulkan bau busuk. Menurut Wibowo et al. (2008) bahwa keong yang keracunan akan menunjuk- kan gejala berupa tidak respon bila disentuh, tidak aktif makan, dan operculum tertutup. Aplikasi moluskisida nabati juga berpengaruh terhadap penghambatan aktivitas makan keong mas. Perlakuan kontrol menunjukkan bahwa keong aktif bergerak dan keong menempel pada pakan yang diberikan yaitu daun talas. Ciri khas pola makan keong
Page1of 5
Uploaded by MinisterQuail55 on coursehero.com